Sabtu, 18 Januari 2014

ceremonial kehidupan

aku timbul
segumpal daging
dari seni
dalam rahim

aku lahir
menangis keahlian yang pertama
masih bersibak darah
terpotong tali antara aku dan ibu ku

aku balita
berbicara vokal yang bilabial
mama papa bubu baba
aku merangkak terus berjalan

aku seorang anak
mulai nakal dan menjengkelkan
berlarian kesana kemari bermain tiada henti
sampai mama memarahi lagi

aku jadi remaja
cari jati diri sering coba coba
jarang ada di rumah lagi kelurga jadi nomor 2
aku mulai suka si dia

aku telah dewasa
cari kerja dan pengalaman hidup
mau sukses tak ingin jadi yang gagal
buktikan pada mama papa aku bisa

aku lamar si dia
biar jadi serius antara kita
dengan nikah ikatkan kita
kau istriku aku suamimu

aku sang suami dan ayah
ada istri dan anak ku di belakangku
jadi pendampingku aku jd contoh anakku
aku adalah kepala kelurga

aku jadi kakek
punya cucu dari anakku
di panggil eyang, aki, kakek sesuka mereka
aku semakin renta

aku hanyalah jenazah
tertidur dalam kubur sempit dan berhimpit
aku bukanlah siapa siapa lagi
aku kini tinggal menunggu perhitungan ..

by. darmawan
112014,21.35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar