Sabtu, 22 Maret 2014

Malam Hura


Saat malam itu kulalui, segolong manusia masih melakukan aktifitasnya masing-masing
Menjadi pramusaji malam di restoran malam pinggir jalan
Membuka warung yang tak mungkin orang bergeming meramaikannya
Toko-toko yang dari tadi pagi buka kini menutup penghasilannya untuk kembali pulang
Tak ada ramai-ramai oleh pengemis jalanan dan dendangan pengamen jalanan
Semuanya hening sepi hampir tak ada yang melakukan aktifitas seperti sebelum senja

Tidak utnuk malam ini, kulihat begitu ramai hampir seperti menjelang pagi namun tanpa kemacetan
Ada pemda-pemuda disekelilingku mungkin juga ada pemudi di antara mereka entah apa yang tengah mereka lakukan
Dari kejauhan pun aku melihat hal yang sama, namun mereka seperti begitu asyik membicarakan sesuatu entah apa yang menjadi pembicaraan hangat yang mereka bahas
Ada bermacam-macam motor yang tengah diparkirkan di atas jalan kosong entah mereka itu siapa, apakah itu geng motor atau mungkin beberapa kelompok yang lain
Aku tak mengerti ini memang malam yang berbeda dari yang sebelum sekarang
Kurasa ini begitu keras tak sepadan dengan siang tadi yang begitu ramai namun masih ada keramahan tak seperti sekarang yang hampir semuanya membawa muka ganas

Ooh tuhan, tak salah yang kulihat tadi apakah memang malam ini sungguh kejam
Hampir saja kulihat akan ada keributan entahlah yang terjadi 
Seorang pemuda dan temannya begitu kuat memukul seorang pengendara yang memboncengi dua wanita dan hampir menjadi kejadian fatal kala tidak hati-hati
Semuanya terjatuh dan setelah nya lari seperti orang yang pecundang yang tak ingin bertanggung jawab lari kocar kacir tanpa dosa
Dan bagaimana bagi orang yang begitu alim, mungkinkah malam ini tidak dapat dirasakan oleh orang baik-baik
Atau bagaimanakah jika orang yang dianggap baik-baik ikut bergabung seperti mereka sendiri
Sejalurkah atau akan jadi bahan lawakan semata untuk mereka

Dan bagaimana orang tua mereka, adakah rasa khawatir terhadap mereka, anaknya, putrinya
Apakah tidak ada yang mencari mereka untuk pulang, bebaskah mereka, lau apa peran orang tua mereka
Aneh tak sedikit pun dari mereka yang ingat pulang, ingat kelurga mereka, mereka begitu asyik dan mungkin akan sampai fajar kembali
Tidak kasihankah mereka kepada orang tua mereka yang begitu gelisah menanti mereka pulang, Atau sama, seolah tak ingin tau tentang anaknya
Aku tidak mengerti itu sungguh membingungkan, padahal tidak ada yang bekerja satu pun di antara mereka, hanya nongkrong tak karuan nimbrung sana sini

Ini memang malam hura untuk mereka yang berfoya tanpa mengenal waktu
Malam untuk mereka yang ingin mengundang aib
Malam mereka yang siap kejar-kejaran dengan yang berwajib
Malam mereka yang tidak tau aturan sana sini
Ini malam mereka yang sudah mendarah daging





22032014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar